6 Tips memotret bayi, balita & anak-anak bagi pemula

November 20, 2015

 

 

 

   Kehadiran buah hati dalam keluarga adalah impian kita, apalagi sebagai pasangan pengantin yang baru dikaruniai anak tentunya akan sangat bahagia dan memberikan yang terbaik bagi si kecil. moment kelahiran bayi atau pertumbuhan sang buah hati tentunya menjadi moment yang bagus untuk diabadikan dalam bidikan kamera. berikut adalah tips dari kami bagaimana cara memotret sendiri sang buah hati menggunakan kamera smartphone, poket maupun dslr layaknya profesional :

 

1. Properti

 

Persiapkan properti yang diperlukan seperti mainan, pakaian, properti pendukung atau produk jika mamang diperlukan sebagai syarat mengikuti lomba foto. Buat mereka nyaman dengan mainanya karena hal tersebut akan memudahkan kita untuk mengambil gambar si kecil dengan aktifitas bermainnya. hiasi spot fotonya dengan properti yang anda persiapkan untuk mempercatik lokasi.

 

2. Lokasi

 

Cari lokasi yang sesuia dengan konsep yang diinginkan baik indoor maupun outdoor seperti taman, Halaman rumah, kamar si kecil, kolam renang atau lokasi lainya yang dianggap unik dan bagus. hindari lokasi umum yang terlalu ramai karena akan mempengaruhi konsentrasi anak ketika diarahkan untuk foto. atau cari jam dan hari tertertu untuk menghindari keramaian, jika memang mengingikan foto di lokasi tersebut. hal tersebut untuk menghindari kebocoran background foto, sayang sekalikan ketika kita dapat moment & ekspresi bagus dari si kecil ketika dijepret eh gag taunya di belakang ada orang jalan, nongkrong atau pacaran hehehe...

 

3. Waktu Pemotretan

 

Untuk waktu sesi foto tidak ada patokan jam. waktu ideal untuk sesi foto adalah ketika anak-anak, bayi / balita ketika selesai tidur. pastikan si kecil memiliki tidur yang cukup untuk menghindari rewel, menangis saat sesi foto karena mulai mengantuk ataupun lelah.

 

 

4. Background

 

 Tips ini dilakukan jika yang akan difoto adalah bayi atau balita. pilih wanar-warna cerah atau solid color bisa putih, merah, abu-abu dll, yang terpenting satu warna sehingga nantinya tidak banyak warna yang masuk sebagai background. anda juga bisa memanfaatkan selimut, karpet, atau kain apa saja yang memiliki patern / pola bagus sebagai latar belakang maupun alas. Buat jarak antara 2-4 meter antara objek dan background agar terjadi blur untuk memunculkan dimensi antara foreground & background. hal ini juga untuk menghindari bayangan pekat yang jatuh di belakang objek jika anda menggunakan cahaya tambahan.

 

 

 

5. Pencahayaan

 

untuk pemotretan dalam ruangan, anda bisa memanfaatkan cahaya yang masuk dalam ruangan, seperti sinar dari jendela atau pintu rumah jika memungkinan. anda juga bisa memanfaatkan emergency light atau senter sebagai cahaya tambahan jika memang diperlukan. dekatkan senter atau emergency light ke objek dan simulasikan dengan menggeser-geser arah lampu untuk mendapatkan arah pencahayaan terbaik. karena teknik foto yang nantinya anda gunakan tanpa menggunakan flash, baik menggunakan smartphone, kamera poket maupun Dslr. karena pada umumnya kesalahan saat kita memotret si kecil dengan menggunakan flash camera akan menghasilkan bayangan pekat dibelakang objek. hal ini dikarenakan posisi objek dengan background terlalu dekat, atau tidak adanya tambahan cahaya dibelakang objek sehingga menghasilkan bayangan pekat.

 selanjutnya jika anda akan melakukan foto di luar ruangan untuk balita atau anak-anak hindari memfoto melawan arah cahaya atau backlight, usahakan posisi objek menghadap arah cahaya. atau anda bisa mencari tempat yang teduh sehingga pencahayaan maupun bayangan yang terdapat di area muka tidak terlalu pekat. anda juga bisa menggunakan media kain putih, atau kardus putih sebagai media refleksi ke objek agar lebih terang.

 

 

 

 

 

6. setting kamera

 

Setting kamera untuk foto di luar ruangan.

Jika anda memilik kamera dlsr atur posisi speed diatas 1/200 untuk menghindari shake pada gambar, atau gunakan mode AV di canon maupun S di nikon untuk prioritas speed sehingga anda tidak perlu repot mengatur exposure speed maupun diafragma. bagi anda yang menggunakan smartphone maupun kamera poket atur seting kamera di Scene mode spot, biasanya di tunjukan dengan ikon orang berlari.karena memfoto balita maupun anak-anak cenderung bergerak sehingga untuk meminimalisir agar foto kita tidak blur maupun shake kita setting dulu kamera kita di mode tersebut.

 

Setting kamera untuk foto di dalam ruangan.

untuk pemotretan dalam ruangan hal ini tidak berlaku, karena intensitas cahayanya berbeda. anda bisa merubahnya di mode auto dengan catatan flash Off. karena teknik yang akan kita gunakan adalah availabel light atau cahaya alami dalam ruangan, lihat point 5.

 

Demikian tips dari kami semoga bermanfaat dan anda bisa menghasilkan foto bayi, balita maupun anak-anak anda sendiri dengan bagus layaknya fotografer profesional. anda juga bisa melihat gallery foto bayi, balita & anak-anak sebagai inspirasi salam creativefotoku.

 

prewedding, foto prewedding, prewedding pacet, prewedding trawas

Please reload

Featured Posts

5 Tips Memilih Lokasi Foto Prewedding untuk Tema Simple dan Casual

December 1, 2015

1/2
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Follow Us
  • Instagram Social Icon
  • Facebook Basic Square
  • Google+ Basic Square

Phone : 081252208021 WA : 085730968595 | Jl. Nyi Cempo timur no.2 kedungturi - Sidoarjo | creativefotoku@gmail.com

Copyright © 2015 – 2019 by. Creativefotoku  |  All Rights Reserved